Jumat, 25 Februari 2011

Dua Puluh Lima

Bukan lah hasil dari bilangan matematika, bukan juga nomor rumah Saya. Tapi ini mengenai kehidupan saya.... Ini umur Saya.
Dua puluh lima tahun yang lalu Saya ditakdirkan menjadi salah satu penghuni dunia, Saya dibesarkan ditengah keluarga kecil yang sederhana. Keluarga yang sangat menyayangi Saya, dan Saya akan slalu berusaha untuk membahagiakan mereka seperti mereka menyayangi saya.
Dua puluh lima
Mengapa harus ada pada saat ini? pada saat yang tidak Saya kehendaki. Tapi ini lah proses dunia yang datang dengan sendirinya... Karena Saya merasa pada saat ini Saya belum bisa berbuat apa-apa dan belum bisa menjadi yang terbaik buat keluarga Saya.......
Ada apa sebenarnya dengan dua puluh lima?? Saya juga bingung, karena banyak yang berkata pada saat sudah dua puluh lima, itu adalah tanda-tanda kematangan seseorang untuk memulai sesuatu yang baru.. (hmmm)
Tapi itu kan menurut mereka bukan Saya. Saya hanya bisa berkata maybe...
Pada dua puluh lima ini, Saya hanya berharap selalu diberikan kesehatan dan ditingkatkan kualitas iman Saya. Amiiin

 

Sebelum datang dua puluh lima ini, Saya merasa kenyang mengunyah segudang masalah, sekarang sudah saatnya untuk diam dan berpikir. Tetapi semakin Saya berpikir, ada saja yang masih membuat gelisah(sangat gelisah). Yaitu JANJI. Janji Saya kepada pencipta dan janji Saya kepada kedua orang tua Saya. Karena kebahagiaan orang tua yaitu saat melihat anaknya bahagia...
Dulu Saya pernah mengatakan, pada dua puluh lima nanti saya akan menjadi seorang imam di keluarga kecil Saya. Tapi apalah daya takdir belum menemukan Saya dengan beliau yang tertulis di dalam kitab lauhul mahfudz, dan Saya pun tidak tahu siapa dan dari mana asal beliau(BINGUNG.com)...
Ya Allah, Saya berharap mendapatkan seorang siti khodijah(hahaha ngayal)...
Teman Saya pernah mengatakan, ”jika ingin mendapatkan seorang siti khadijah, maka jadilah seorang Muhammad”. Apa mungkin Saya menjadi sorang nabi, karena muhammad adalah nabi akhir zaman. Dan apa mungkin Saya harus menikahi seorang janda kaya yang berumur empat puluh tahun(perumpamaan hahahaha)....
Dua puluh lima
Tanpa kita sadari sebenarnya kita berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan. Tetapi mengapa kita selalu merasa resah, sedih dan gelisah, meskipun kita masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.
Pada dua puluh lima ini Saya berdo’a semoga apa yang saya pikirkan bisa terealisasi...
Sudah saatnya Saya memulai sesuatu yang baru.... Sesuatu yang memberikan kebahagiaan baru bagi Saya....

terima kasih Dua puluh lima...

INDRA P DINATA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar